Sudah 4 (empat) tahun perjalanan pernikahan saya dan istri dijalani, tidak banyak cerita hebat yang akan diceritakan, tidak banyak pula hal istimewa yang akan digembar-gemborkan, hanya sedikit cerita kedewasaan dan ungkapan terima kasih penuh cinta yang akan coba diurai singkat di tulisan ini.

Kami adalah sepasang suami istri muda yang miskin pengalaman, menikah tidak dengan harta berlimpah, hanya bermodalkan keberanian dan harapan akan janji Allah bahwa dengan menikah, Allah SWT akan cukupkan rezeki pada kami berdua. Kami juga memutuskan mandiri, tidak terlalu lama tinggal dengan orang tua. Bermodal usaha belajar tiada henti, kami mulai kehidupan keluarga kami yang sederhana di sebuah rumah kontrakan dengan ukuran yang tidak terlalu besar tapi dengan tingkat kenyamanan yang luar biasa.

Perlahan, saya dan istri belajar bagaimana mengelola keluarga kecil kami. Saya harus belajar mengganti keran kamar mandi yang rusak (walau saya tidak sepenuhnya berhasil), istri mulai belajar memasak makanan walau dengan bumbu racikan yang sudah tersedia di pasar. Kami menikmati setiap proses demi proses, bekerja demi menghidupi keluarga terasa begitu ringan saat dirasa –walau berat saat dilihat.

Perlahan tapi pasti kami menyesuaikan diri dengan semua sifat dasar yang kami miliki, belajar menghormati setiap perbedaan yang muncul, menyikapinya dengan kearifan yang kami masih pelajari bentuknya.

Proses belajar menerima dan beradaptasi dengan semua perbedaan yang kami miliki inilah yang akhirnya membuat sedikit demi sedikit kami menjadi lebih dewasa. Sifat pengecut yang saya miliki saat masih muda, perlahan mampu dikelola dengan baik. Sikap pemalas perlahan berganti dengan ketekunan, lahir tanggung jawab yang besar untuk berjuang menghidupi dan meningkatkan martabat keluarga kami. Kami menemukan arah, tujuan dan cita-cita baru. Bahwa menikah telah menjadikan kami pemberani, pekerja keras, bertanggungjawab, dan penuh energi cinta satu sama lain. Kami bertumbuh dan berkembang menuju kehidupan yang sangat-sangat nyata.

Sebagai pribadi, terus terang saya sangat kaget dan takjub. Bahwa menikah dan berkeluarga telah membuat saya memiliki energi yang sangat besar -bahkan tak terbatas dalam beberapa hal, untuk bekerja, mencari nafkah, mempelajari ilmu baru, berbagi pada orang lain yang membutuhkan, bahkan bertanggungjawab dengan kualitas yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya ada. Sungguh benar janji Allah SWT, bahwa setelah menikah Allah akan cukupkan segala sesuatu kebutuhan hidupnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sama sekali.

Tapi, sebagai seorang manusia biasa, seoarang laki-laki yang baru tumbuh dan berkembang dalam tanggungjawab yang besar, saya kadang -bahkan sering, masih melakukan kesalahan, masih memperlakukan keluarga kecil saya -khususnya istri, dengan kualitas yang buruk, tidak mampu memberikan perhatian dengan kualitas istimewa, belum bisa menjadi contoh dan panutan dalam keluarga, masih memiliki temperamen yang keras dan kasar, belum bisa memperlakukan istri dengan lembut sesuai tuntunan dan ajaran agama, masih sering lupa mengucapkan terima kasih, masih dengan sangat arogan enggan meminta maaf jika bersalah, masih lebih mementingkan diri sendiri, dan kesalahan sejenis.

Untuk itulah, sebagai seorang laki-laki, sebagai seorang suami…Saya menghaturkan banyak banyak terima kasih untuk kesediaannya berbagi impian bersama saya, berbagi kesedihan dan kebahagiaan, berbagi semua harapan dan cita-cita. Terima kasih untuk dukunganmu selama ini istriku, menjadi wanita yang meringankan bebanku, melapangkan dadaku saat hidup begitu keras menghimpit, menjadi ibu dan guru bagi anakku, menjadi penjaga harta dan cintaku saat aku meninggalkanmu dalam mencari nafkah, dan menjadi wanita shalihah yang melayaniku dengan segenap kasih, cinta, dan sayang yang begitu tulus.

Happy 4th Anniversary, for My Beloving Wife Atu Dzatufikroh.

Categories: Hidupku

2 Responses so far.

  1. ummi juga minta maaf selama menjadi istri ayah belum bisa menjadi istri yang baik, ibu yang sabar..dan ummi juga banyak-banyak mengucapkan terima kasih atas kasih sayang ayah selama ini semoga keluarga kita selalu mendapatkan keridhoan dan keberkahan dari Allah..,menjaga kesetiaan cinta kita..mari kita teruskan perjuangan ini yang masih begitu jauh..harus kita lewati..dengan cinta yang kita punya..amin…Ya Robbal Alamin..

  2. anggara says:

    semoga akan muncul lagi 5,6,7 dan seterusnya artikel bersamamu, Istriku
    dengan pengalaman yang luar biasa bagi saya atau kami pa…..
    terima kasih pa…
    hadiah yang terbaik menurut ku pa untuk seorang istri

Leave a Reply