Minggu-minggu ini saya mempelajari satu hal yang sangat besar, bukan tentang keberanian, bukan tentang kehormatan, bukan tentang kerja keras, bukan tentang impian, bukan tentang keberhasilan…tapi tentang Menjadi Murid Pertama dari setiap kata-kata yang saya ucapkan dan tulisan-tulisan yang saya buat.
Ternyata selama ini, saya belum menyadari bahwa ada banyak sikap dari kata-kata saya yang tidak sepenuhnya mampu saya jalankan. Artinya, sebagai murid dari kata-kata saya sendiri, saya masih mengalami kegagalan. Bagaimana menjadikan orang lain memahami dan mau menjalankan apa yang saya ucapkan, jika dilain waktu saya tidak benar-benar menjadi murid dari kata-kata yang saya ucapkan?
Maka, menjadi murid pertama mengharuskan saya lebih banyak diam dan memperhatikan sikap saya sendiri, sejauh mana sesuai dengan apa yang saya ucapkan. Selain itu, saya mulai sangat menyadari bahwa dengan lebih banyak diam, ada banyak energi dalam diri saya yang teraktualisasi dalam perbuatan dan ini menjadikan saya jauh lebih produktif dibandingkan sebelumnya.
Menjadi murid pertama adalah tauladan diri dalam mengajak orang lain kepada kebaikan demi kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena orang-orang zaman sekarang, jauh lebih butuh tauladan dalam sikap dan perbuatan dibandingkan banyak menghambur-hamburkan kata-kata –sekalipun kata-kata bijak. Banyak berkata, habis energi dalam kesia-siaan, banyak berbuat itulah ciri tauladan yang terbaik.
Selamat menjadi murid pertama dalam setiap ucap dan tulisan kita

#jleb jadi mikir nih, jangan2 selama ini saya jg ngelakuin hal yg sama.
Terkadang orang sedikit berfikir ketika akan berucap,mungkin karena dia hanya melihat minus orang lain,tanpa melihat minus diri sendiri..
Tentang Murid Pertama dari segala apa yang kita ucap itu adalah sesuatu yang sangat berguna untuk kita,thx banget ya Mr.Azuwir Azzurri…
Iya sama-sama Odelia, benar sekali…Kita harus mulai membiasakan diri melihat hal-hal terbaik dari orang lain sebelum berbicara